Islam

Tata Cara Sholat Dhuha dan Doa Secara Lengkap

Bagi seorang Muslim, ibadah sunnah menjadi sebuah ibadah tambahan setelah wajib. Selain itu, ibadah sunnah juga memiliki pahala. Kemudan salah satu ibadah sunnah yang sering dilakukan oleh Muslim adalah Sholat Dhuha.

Sedangkan dengan keutamaan Sholat Dhuha sudah diketahui banyak orang. Keutamaan tersebut di antara lain adalah dicukupkan rezeki, memiliki pahala seperti orang pergi haji dan umrah, menjadi bagian dari sedekah, dibangunkan sebuah rumah di surga, dan sarana sebagai pengampunan dosa. Kemudian keutumaan Sholat Dhuha sendiri bakal sangat terasa apabila disertai dengan Doa Sholat Dhuha.

Selain itu, hukum mengerjakan Sholat Dhuha sendiri adalah sunnah muakkad. Bisa diartikan bahwa hukum tersebut sangat dianjurkan. Sebab Rasulullah SAW sendiri juga melakukannya dan menjadikannya sebagai suatu wasiat. Kemudian terdapat dua waktu Sholat Dhuha yang terbiasa sudah sering dilakukan.

Awal waktu Sholat Dhuha

Pertama, waktu mengerjakan Sholat Dhuha adalah pada awal waktu. Sholat ini bisa dilakukan setelah 20 menit matahari terbit. Hal ini sesuai dengan keterangan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin ‘Abasah, Nabi SAW bersabda :

“Kerjakanlah sholat subuh kemudian tinggalkanlah sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari).” (HR. Muslim).

Akhir waktu Sholat Dhuha

Kedua, akhir waktu mengerjakan Sholat Dhuha ini adalah 15 menit sebelum waktu masuk sholat dzuhur. Akan tetapi, waktu terbaik pada Sholat Dhuha adalah waktu akhir atau seperempat siang, yaitu bisa dilihat ketika keadaan semakin panas. Hal tersebut mengacu pada hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam.

“Tidakkah mereka mengetahui bahwa sholat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sholat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’.” (HR. Muslim)

Tata Cara dan Doa Sholat Dhuha Lengkap

Niat

Sama seperti dengan sholat pada umumnya, sholat selalu diawali dengan niat yang tulis sebelum menghadap Tuhan. Setelah itu, menurut madzab Syafi’i dan Hambali, membaca niat pada Sholat Dhuha sebelum takbirotul ihram hukumnya adalah sunnah. Berikut bacaan niat Sholat Dhuha :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatad dhuhā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya: Aku menyengaja salat sunah duha dua rakaat karena Allah SWT.

Tata Cara Salat Dhuha

  1. Membaca niat sholat dhuha.
  2. Takbiratul ihram (Allahu akbar)
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca surah al-Fatihah.
  5. Membaca surah pendek, diutaman QS ad-Dhuha.
  6. Ruku dengan tumaninah.
  7. Itidal dengan tumaninah.
  8. Sujud dengan tumaninah.
  9. Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.
  10. Sujud kedua dengan tumaninah.
  11. Berdiri lagi menunaikan rakaat yang kedua.
  12. Membaca surah al-Fatihah.
  13. Membaca surah pendek, diutamakan QS as-Syams.
  14. Ruku dengan tumaninah.
  15. Itidal dengan tumaninah.
  16. Sujud dengan tumaninah.
  17. Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.
  18. Sujud kedua dengan tumaninah.
  19. Tasyahud akhir dengan tumaninah.
  20. Membaca salam menengok ke kanan dan ke kiri.
  21. Membaca Doa Sholat Dhuha.

Doa Salat Dhuha

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعْسِرًا (مُعَسَّرًا) فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-‘ismata ‘ismatuka.”

“Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash-shalihiin.”

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu”

“Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran Dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh”